Jablay di angkot…
Jadi inget OST mendadak dangdut "lay lay lay lay lay lay..panggil aku si Jablay…"
Kemarin sore, pulang dari kampus. Saya seangkot dengan seorang gadis (penampilannya yang seperti gadis) yang sebaya dengan saya secara umur. Mendengar obrolannya dan berbagi keakraban dengan supir angkot, pasti ini kerabat dekat supir. Tapi setelah mendengar lebih jauh, ternyata si gadis ini cuma ingin ikut sang supir ajagh. Bercanda sedikit mesra ditambah tangan yang jail, membuat saya mengambil berbagai kesimpulan. Bayangan dan pandangan negatif segera saya hapuskan, karena saya tidak ingin mengambil kesimpulan versi benar saya secara terburu-buru. Dengan menepis berbagai pandangan negatif, saya mencoba untuk tidak memperhatikan mereka berbicara.Tapi…Mungkinkah jablay?
Tiba-tiba, si gadis tersebut menyapa saya dengan gayanya yang khas seperti titi kamal di mendadak dangdut. Dan kami pun larut dalam pembicaran. Saling memperkenalkan diri dan sedikit bersendau gurau. Saya menyukai tuturnya yang ekspresif dan apa adanya. Seperti sedikit tidak menaruh beban pada pundaknya akan banyaknya masalah di negara ini. Ternyata dari perkenalan, dia mengaku bekas penyanyi dangdut. Sekarang dia berkeluarga dengan satu anak yang jauh dari suami. Hmm…mirip-mirip jablay…hehe…
Gadis ini bercerita sepanjang jalan. Lalu menanyakan saya kuliah semester berapa dan berapa lama lagi akan lulus kuliah. Tidak diduga-duga dia berkata " Semoga teteh kuliahnya cepet beres, dimudahkan segala urusannya, dan rezekinya lancar yah teh". Sesekali digoda supir angkot yang lain dengan celetukan "Neng, jangan mau ikut sama si bapak (supir angkot). Galak logh". Dan dia membalasnya " Jangan nyalahi orang dulu sebelum liat kelakuan sendiri". Wajah yang polos itu bisa menampung kata-kata bijak yang dikemas dengan ala jablaynya. Ya Allah, saya kagum dengan orang ini. Saya berpikir, ini manusia jarang sekali saya temui sosok sepertinya. Diakhir perjalanan ketika hendak turun, saya sempat dikasi buah pisang. Saya pun mengucapkan banyak-banyak terima kasih. Secara, kami baru kenal sejam, tapi seakan kami berteman akrab sekian tahun.
Saya sesaat mengaguminya, terlepas apakah dia memang jablay atau lebih buruk dari itu. Gadis itu adalah pelajaran hidup saya dan masih tetap terngiang diingatan ini tentang dirinya. Ini membuat saya lebih menghargai berbagai jenis manusia di dunia ini.
Ledeng-kiaracondong, 21 Februari 2008
kenangan berharga






Emang ada ya orang yang suka naik angkot cuma buat ngecengin sopirnya? Jadi tuh cewek ga ada rencana kemana-mana gitu? Cuma nongkrong aja gotu? Oh… Baru tau deh (tercengang nih gw)
Comment by Sharon — February 22, 2008 @ 8:20 am
@sharon
yang penting, gw seneng ilmu yang gw dapet dr dia….
yagh…gw ga bgitu mo tau sigh knp dia ikut supir itu…soalnya gw tanya di cuma nyengir ajagh…biarlah itu urusan dia
Comment by zahra — February 22, 2008 @ 8:41 am
ikut kagum
. ngga nyangka dia bisa ngomong gitu
Comment by dinda — February 22, 2008 @ 9:42 am
@dinda
yagh…kadang kita slalu menganggap sebelah mata kpd “org” spt itu. untuk itu “dont judge the book by its cover”
Comment by zahra — February 23, 2008 @ 4:13 pm
Salam kenal :-d
thx dah komen di blog sy ya ?
Oh ya, salam buat adit
Comment by indrio — February 23, 2008 @ 10:57 pm
Weeew… Mungkin dia jadi seperti itu karena terdesak keadaan kali yah… Jadi mungkin pada dasarnya memang dia orang yang baik, sayangnya keadaan dia memaksa dia menjadi kayak gitu…
Punya tanggungan anak, suami pergi entah kemana, gak dikasih nafkah, pekerjaan enggak bisa nyari… Akhirnya jadi seperti itu…
Tapi salut juga doa-nya baek bangets… (untuk ukuran orang yang baru kenal di angkot
) Ngasih makanan lagi…
Comment by Youfan — February 26, 2008 @ 12:58 pm
sekedar mampir mau ngenalin blog aku yang bau nih… kalau ada waktu mampir ya mbak kasih input thx
Comment by welly — March 31, 2008 @ 9:53 pm