Terbaring tak berdaya
Baru kemarin! Sedang asik-asiknya saia dimanjakan oleh libur panjang tanpa beban. Dan benar-benar menikmatinya. Namun, tiba-tiba saja ada kabar dari teman, bahwa dosen saia berada di rumah sakit tepatnya di rumah sakit Boromeus. Beliau masuk ruang ICCU dan dalam keadaan koma. Yang bikin saia heran, kemarin beliau sehat-sehat saja. Secara umur, beliau terbilang masih muda dan berparas manis. Kesehatan juga tidak ada masalah. Suami dan anaknya juga baik-baik saja. Tapi mengapa harus koma (sakit tidak sadarkan diri)?
Keesokan harinya, saia dan teman menjenguk beliau. Dalam perjalanan menuju rumah sakit, tampak slide wajah beliau menghiasai pikiran ini. Celetukan, gaya khasnya, gaya nge-rapnya, dan kelakuannya yang unik dan aneh, masih membuat saia tidak percaya dan membatin. Sesekali ingat akan ulahnya ketika ngajak mahasiswanya untuk berbuat error termasuk saia. Saia langsung senyum simpul, akan tetapi langsung lenyap dengan bayangannya yang sedang koma.
Sampai di sana, saia masuk ke gedung yoseph lantai 4. Ketika keluar dari lift, mataku langsung membelalak. Membelalak dengan akomodasi maksimum, sehingga otot dekat lensa mata serasa tertarik atau menegang. Menegangnya otot mata, sama halnya membuat pandangan saia semakin menegang. Banyak sekali yang menjenguk beliau. Ini berarti kondisinya buruk. Ya Allah, saia tersentak. Lebih tersentak lagi melihat suaminya dikelilingi banyak orang yang menyatakan rasa simpati. Kasihan ibu..
Saia mulai bertemu teman-teman. Dan nampaknya bertemu juga kolega beliau di fisika teoritis dan fisika bumi ITB. Semua hanyut bersama suara keheningan. Belum lagi, saia tidak mampu membayangkan keadaan beliau ketika sembuh nanti. Apalagi membayangkan kehidupan beliau selanjutnya. Seperti apa? Saia pun tidak sempat melihat beliau, karena jam besuk ICCU sudah habis.
Dari keterangan orang-orang yang menjenguk beliau. Kepala beliau dioperasi, untuk mengeluarkan gumpalan darah yang berasal dari pecahnya pembuluh darah otak. Setelah operasi, posisi otak kiri beliau bergeser sedikit. Entah fenomena itu akan menimbulkan dampak apa? Secara, informasinya masih kurang saia dapat.
Sambil membayangkan keadaan beliau di ruang ICCU dalam keadaan koma. Mata ini lumayan berkaca-kaca. Tapi bulirnya tidak segera tumpah. Sambil mengelus dada berharap ada kesejukan dari usapan dada tadi. Saia membayangkan lagi alat pacu jantung, alat bantu pernapasan, dan alat-alat lain yang kata teman saia lumayan banyak, sehingga membuat blood pressure beliau naik. Badan ini terasa lemas. Merasa perihatin dan tidak habis-habisnya menyesali. Menyesali kenapa harus terjadi padanya…
Setelah para penjenguk meninggalkan satu persatu ruangan lantai 4. Saia dan sohib, hendak pamit kepada suaminya. Senyum tipis suaminya menandakan pasrah akan semua musibah itu. Mungkin…
Menapaki anak tangga, saia berpikir, bagaimana klo itu terjadi pada kerabat dekat saia. Atau pada diri saia?! Rasanya speechless yang ada. Merasakan sakit yang ibu selly alami saja saia tidak mampu. Memang, kita tidak bisa menghindari petaka atau maut yang nanti akan menemani kita.
Toh, petaka dan maut itu bukan tidak ada obatnya. Maksudnya, sebelum itu datang, tidak ada salahnya kita silaturahim atau membuat persahabtan dengan orang-orang sekitar kita. Mengasihi dan menyayangi layaknya diri kita sendiri. Itu terbukti pada beliau aka ibu selly yang terbaring di rumah sakit. Benih dan spirit yang dia tebar seperti keceriaan, kekocakan, kasih sayang, dan lainnya, membuat orang merindukannya. Bahkan ketikau beliau terbaring tak berdaya, kita merindukan spirit-nya itu. Maka dari itu, saia kagum, begitu banyak yang medatanginya seraya mendoakannya supaya beliau baik-baik saja.
Bu…saia rindu gaya nge-rap ibu ketika menjelaskan ttg "fisika partikel". Masih inget si ibu ngomong " yah, kalian tau khan quark dan lepton. Kaya kita ajah. Perilaku mereka ada yang ngejomblo dan ada yang pengennya beduaaaaa ajah." Si ibu ga pernah ga kocak. Selalu sajah energik kaya elektron dipercepat. Moga cepat sembuh yah bu






trus gimana kabar beliau sekarang?
Comment by guh — April 5, 2008 @ 1:42 am
@guh
kabar beliau sudah aga mendingan/siuman…cuma perkembangan trakhir mengenai physical-nya secara menyeluruh, saia belum tau…moga, beliau baik2 saja…
Comment by zahra — April 5, 2008 @ 11:27 am