With Amish people…
Sungguh, saia sudah lama ingin sekali menulis title di atas. Tapi entah mengapa selalu tertunda?
Bermula dari acara oprah winfrey yang meliput tentang amish (bangsa amish) tepatnya berada di Pennsylvania. Sejak detik itu, timbul keinginan untuk sharing sedikit kepada rekan-rekan tentang mereka.
Sebagian besar ada yang asing dengan kata Amish. Kata Amish ini mewakili saudara-saudara kita di Amerika sana untuk sebuah jemaat kristiani anabaptis yang membentuk sebuah masyarakat, dan mereka merupakan keturunan jerman-swiss. Budaya mereka telah sampai di daratan amerika dan membawa wajah baru bagi masyarakat amerika pada akhirnya.
Amish ini ter-isolate dari daerah dan masyarakat amerika sekitarnya. Karena budaya, sosial, dan agama mereka yang membatasi aturan hidup mereka, maka tidak heran banyak yang berpendapat bahwa amish bisa dikategorikan strict dan jauh dari moderenisasi.
Tapi sekali lagi, saia terkesan dengan keseharian mereka. Sederhana, damai, dan tidak memaksakan life style mereka kepada orang lain inilah yang menjadi mereka bernilai.
Dari mulai makanan, didapat dari hasil berladang dan beternak. Pendidikan yang bersentuhan dengan alam, serta belum terjamah dari hi-tech. Rekreasi dengan kereta kuda dan berjalan kaki. Berpakaian sopan ketika berjumpa dengan tetangga. Tutur kata yang sarat makna dan halus. Ini menjadikan mereka lebih membumi.
Terkesan sempurna, tapi tentunya ada yang kurang. Penolakan total dalam aspek hi-tech di sebagian kelompok amish bisa jadi kendala dalam hidup mereka. Dan masyarakat disekitarnya sangat menyayangkan hal itu.
Saia jadi ingat dalam buku john naisbitt high tech high touch. Garis besar yang saia dapat tentang buku itu yaitu antara high touch (contoh kehidupan amish) dengan high tech/hi-tech mestinya diseimbangkan, diselaraskan serta saling mendukung. Tapi dalam hal ini, memang hak masyarakat amish lah yang berhak untuk menentukan aturan hidup mereka. Walau hak mereka masih diatur oleh doktrinitas agamanya.
Dilain pihak eksistensi kedepan amish patut kita sambut baik. Karena ada sebagian kelompok mereka yang mulai memakai piranti teknologi dengan tidak melupakan aspek high touch. Ini merupakan breakthrough kepada suatu aturan yang notabene bisa dibilang mengekang gerak mereka.
Setidaknya kita bisa meniru aspek high touch yang ditunjukkan bangsa amish. Atau jangan jauh-jauh ke amish! Kita lihat bagian indonesia yang masih membumi seperti di pedesaan-pedesaan nan hijau. Ini juga bisa menjadi support dahaga kehidupan kita yang telah kering. Kering akan kesombongan dari moderenisasi…







Saya suka postingan yang begini, di AS kan banyak komunitas seperti ini. Masyarakt yang unik. Sering-sering posting yang beginian ya. Salam.
Comment by Ersis Warmansyah Abbas — May 28, 2008 @ 1:34 pm
Sebenernya klo pun mirip-mirip amish, bisa jadi di daerah pedesaan atau pedalaman yang ada di US dan Kanada.
Salam juga pak…
Comment by zahra — May 29, 2008 @ 10:59 am
Klo di sunda mah baduy kali yak
Comment by Yudha — June 20, 2008 @ 10:18 am
@ yudha
hehe…ada kesamaan krn sama-sama mengisolasi diri dari budaya/pengaruh dari luar daerah nya…dan tradisi/budaya mereka berakar dari kaidah/aturan yang ada pada kepercayaan mereka…
suku baduy/urang kanekes yang berbeda adalah, mereka merupakan suku asli di indonesia tepatnya di tanah sunda…sedangkan bangsa amish sendiri merupakan penyebaran dari bangsa jerman-swiss, yang sekarang bermukim di kanada dan amerika…
Comment by zahra — June 21, 2008 @ 12:08 am
humm.. bagus..
yang kayak gini yang biasanya bikin tertarik mepelajari budaya bangsa lain.
Comment by farieh — June 28, 2008 @ 1:23 am
kehidupan tanpa teknologi ?, sungguh bagi orang2 amish, mungkin kehidupan tersebut terasa lambat…
tidak seperti kita orang modern yg banyak dicekcoki hal-hal yg berbau techie, kehidupan ini rasanya berjalan terlalu cepat
Comment by Terjemahkan Saja — July 10, 2008 @ 5:32 pm
Amish di Ambrik apa sama dengan Kampung Naga dan Baduy di Indonesia?
Comment by canmasagi — July 29, 2008 @ 1:48 pm
@canmasagi
coba baca komen2 yg di atas…smoga membantu…
Comment by emai — November 1, 2008 @ 6:20 pm