Dare to be “Green”
Sep
13

Bukan sekedar TOFI biasa…

diambil dr www.tofi.or.id 

Tergelitik juga untuk menulis judul di atas, yang mungkin jarang terdengar oleh telinga kita. Setelah membaca beberapa artikel dan berdiskusi langsung, timbul pertanyaan "Ada apasih dengan TOFI ini?". Nagh, klo ada yang belum pernah tau apa itu TOFI pasti penasaran deh. What da? [mode pasang kuping ON] Memang sebagian besar orang tidak pernah tau TOFI itu apa. Sebagai orang amatiran fisika-red.mahasiswa fisika-, saya akrab sekali dengan singkatan ini yang bisa disebut sebagai Tim Olimpiade Fisika Indonesia. Lalu apa korelasinya dengan judul di atas? Tenang bung! Nah, intinya yang ingin saya jelaskan… Apasih manfaat dari TOFI ini? Klo mau dijabarin lagi, apasih manfaat TOFI ini mengikuti IPhO (Internasional Physics Olympiad) dan APhO (Asian Physics Olympiad) untuk Negara Indonesia ini? Prestisekah, buang2 duit kah, atau ajang adu kekuatan otak saja?

(more…)



Comments (3)
Jul
05

ibnu haitham peletak dasar ilmu optik

ibnu haythamMelalui Kitab Al Manadhir, teori optik pertama kali dijelaskan. Hingga 500 tahun kemudian, teori Al Haytham ini dikutip banyak ilmuwan. Tak banyak orang yang tahu bahwa orang pertama yang menjelaskan soal mekanisme penglihatan pada manusia yang menjadi dasar teori optik modern adalah ilmuwan Muslim asal Irak. Namanya Ibnu Al-Haitam atau di Barat dikenal dengan nama Alhazen. Lewat karya ilmiahnya, Kitab Al Manadhir atau Kitab Optik, ia menjelaskan berbagai ragam fenomena cahaya termasuk sistem penglihatan manusia. Selama lebih dari 500 tahun, Kitab Al Madahir terus bertahan sebagai buku paling penting dalam ilmu optik. Di tahun 1572, karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dengan judul Opticae Thesaurus. Bab tiga volume pertama buku ini mengupas ide-ide dia tentang cahaya. Dalam buku itu, Haytham meyakini bahwa sinar cahaya keluar dari garis lurus dari setiap titik di permukaan yang bercahaya. Ia membuat percobaan yang sangat teliti tentang lintasan cahaya melalui berbagai media dan menemukan teori tentang pembiasan cahaya. Ia jugalah yang melakukan eksperimen pertama tentang penyebaran cahaya terhadap berbagai warna. Dalam buku yang sama, ia menjelaskan tentang ragam cahaya yang muncul saat matahari terbenam, dan juga teori tentang berbagai macam fenomena fisik seperti bayangan, gerhana, dan juga pelangi. Ia juga melakukan percobaan untuk menjelaskan penglihatan binokular dan memberikan penjelasan yang benar tentang peningkatan ukuran matahari dan bulan ketika mendekati horison.
(more…)



Comments (2)